Info Terkini

Sabtu, 04 Agustus 2018

Sabtu, Agustus 04, 2018

Perbedaan CB150R Facelift 2015 dengan CB150R Facelift 2018

Perbedaan CB150R Facelift 2015 dengan CB150R Facelift 2018
foto dari bonsaibiker.com
Nggak kerasa ya boss-boss, baru 3tahun lalu (2015) si CB150R udah facelift dan sekarang facelift lagi....

Lah ? Nama nya gmna coba boss kalo orang sebut ? CB150R facelift facelift ? 😂

Masih cukup membingungkan juga kode khusus si CB150R 2018 ini apa, buat jadi pembeda atau nama khusus.

Si CB150R Facelift ini mengalami beberapa perubahan yang lumayan terlihat dari segi penampilan.

Stang lebih tinggi dan lebih lebar
Body lekuk lebih sporty dan baru
Wavy disk brakes, piringan rem cakram bergelombang modelnya

dan beberapa perubahan lainnya yang akan ane jabarkan dibawah ini boss 😁

Awal kata ane "pinjam" tulisan dan foto untuk ane rekap dari blog besar bonsaibiker.com dan iwanbanaran.com, lalu ane tulis ulang dengan bahasa ane sendiri.


Ini yang Berbeda dari CB150R 2018 dibanding CB150R 2015

Mesin

Masih menggunakan mesin yang sama dengan pendahulunya si CB150R 2015 bossku.

Mesin tetap dengan 149cc 1 silinder DOHC 4 stroke.

Hanya torsi yang dinaikan yakni 13,8 Nm @7000RPM menjadi 14,5 Nm @7000 RPM.

(Mungkin tarikan awalnya lebih joss boss si CB150R 2018 ini)


Penampilan Keseluruhan

Desain shroud, sisi body, undercowl (tutup mesin), pijakan kaki dan konsep piringan cakram rem bergelombang (wavy).

Dengan ukuran cakram rem lebih besar tentu akan lebih meningkatkan kemampuan penghentian laju si CB ini boss.

Ukura cakram depan 276mm dan belakang 220mm.

Seperti ini boss ringkasan dalam bentuk gambar-nya mengenai perubahan apa saja yang hadir pada cb150r 2018 ini. (mengutip dari bonsaibiker.com)




Lampu Pass

Pembaharuan switch lampu pass yang lebih baik, fungsi lampu ini berfungsi memberitau pengendara lain ketika kita ingin menyalip / mendahului kendaraan didepan kita.



Sensasi Berkendara (User Experience / Pengalaman Pengguna)

Sensasi berkendara yang berbeda dengan seri pendahulunya.

Stang lebih lebar 20mm.

Jarak jangkau tangan dengan stang lebih pendek 20mm.

Tinggi stang yang lebih tinggi 7mm.

Jelas posisi berkendara mungkin jauh lebih nyaman dan minim pegal, secara teori nya lebih nyaman boss tetapi fakta dilapangan postur tubuh orang berbeda-beda 😀



Varian Warna dan Konsep Striping-nya

Terlihat lebih berkelas, berbeda model untuk CB150R standar dan CB150R Special Edition.

Seperti ini boss, pemampilan varian warna-nya.

Edisi standar ada : Wild Black dan Macho Black

Spesial edition ada : Honda Racing Red,  Fury Mat Red dan Raptor Mat Black



Perbedaan CB150R 2018 standar dengan CB150R 2018 special edition

Blok mesin : pada special edition berwarna emas, pada cb standar berwarna hitam

Undercowl / tutup mesin bawah : pada special edition menggunakan undercowl, sedangkan pada cb standar tanpa undercowl

Visor : pada special edition ada tambahan visor, sedangkan yang cb standar tanpa visor

Juga.... harganya sebagai berikut bos.

OTR jakarta CB150R 2018 standar : Rp 26.750.000
OTR jakarta CB150R 2018 special edition : Rp 27.850.000

Menggoda juga ya boss, cuma selisih dikit, sekalian sikat yang special edition aja dah, tapi kembali ke selera masing-masing ya bossku 😎


Penampakan Lengkap CB150R Facelift 2018 (by iwanbanaran.com)

Kamis, 02 Agustus 2018

Kamis, Agustus 02, 2018

Handle Rem Keras ? Awas ! Ini Resikonya


Citttt....... Kira kira begitu suaranya ketika motor Ninja mendadak di rem ketika dipacu 100km/h lalu tiba tiba ada lubang besar didepan mata 😂

(kira kira begitu kalau rem masih sehat dan dapat berhenti sempurna pada waktu yang tepat)

Apa kabar boss-boss pecinta modifikasi motor ! salam rem motor berdecit 😎

Sekarang ngebahas soal bagian yang sakral dari motor, yakni rem.

Rem itu ane gambarkan bagaikan "pelindung nyawa" ente boss, gimana enggak  ?

Kalau rem nggak berfungsi tiba-tiba, ada nyawa terancam ketika motor berpacu kencang dan tidak bisa dihentikan.

Sama halnya kalau handle rem keras bossku, walau sekilas fungsinya aman dan kendaraan bisa di rem, tetapi hal itu nggak bisa dianggap sepele.

Kalau handle rem sudah tidak nyaman digunakan alias keras ketika handle rem ditarik.


Biasanya nih, kejadian di motor yang jarang dilakukan perawatan.

Pernah nih nyobain motor supra fit, handle rem-nya keras, tapi masih pakem banget nge-rem nya, bagus sih, tapi sungguh sulit kontrolnya kalau mau ngerem mendadak boss.

Misal tiba tiba ada polisi tidur, mau ngerem agak dalam, jadi was-was karena kontrol rem-nya jadi sulit dan kalau terlalu dalam menarik handle rem, bisa beresiko oleng.

Penyebab dan Solusi

Penyebab

Jelas banget boss, motor yang jarang diberi perawatan / servis rutin, umumnya pelumas yang biasa disemprotkan ke bagian handle rem, pengunci jok, juga bagian-bagian lain yang rawan karat itu jadi kering.

sumber : https://moladin.com/blog/rem-cakram/
Begitu juga piston di bagian master rem udah kotor dan sudah saatnya dibersihkan, lalu diberi pelumas di sekitarnya.

(jadi kelihatan biasanya kalau motor jarang perawatan, handle rem-nya keras)

Penyebab utama biasanya itu hujan boss, sejenis jamur, muncul akibat reaksi oksidasi karena kelembabapan yang tinggi, yang menempel pada komponen di master rem.


Solusi

Nah boss, makannya sangat disarankan ketika musim hujan selesai, motor segera dibawa ke bengkel buat perawatan dan pembersihan noda-noda akibat hujan.

Sepele kan boss ? Karena jarang perawatan motor, bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar daripada harga perawatan motor itu sendiri 😁

Buat mengatasi sendiri, ente juga bisa kok boss.

Tinggal lepas pengait master rem, lalu lepas penutup piston dan bersihkan piston yang ter-oksidasi / jamur tersebut pakai cairan anti karat yang biasa digunakan bengkel untuk melumasi rantai.

(biasa disebut chain lube / WD-40)

Setelah selesai dibersihkan, bisa dipasang kembali seperti semula dan dicoba boss.

Cukup mudah bukan boss ? Dengan demikian handle rem ente bisa terasa lebih empuk dan penggunaan rem akan lebih stabil.

TAPI !! Kalau masalah tidak kunjung tuntas, berarti bukan terdapat di bagian master rem-nya boss bisa saja kabel rem atau bagian lain dari rem motor ente, ane saranin kalau sudah diluar kemampuan ente segera bawa saja ke bengkel resmi / bengkel kepercayaan ente 😁

Salam safety riding, salam satu aspal, salam modifikasi dari jogja 😎

Rabu, 01 Agustus 2018

Rabu, Agustus 01, 2018

Ternyata ! Pasang Busi ada Teknik Khususnya, Tidak Bisa Sembarangan

Ternyata ! Pasang Busi ada Teknik Khususnya, Tidak Bisa Sembarangan

Halo bossku, salam busi racing 😎

Siapa disini yang dikit-dikit beli part motor ada embel-embelnya racing ? Ngaku dah boss.... hahaaa

Orang pikir, busi adalah komponen yang murah dan nggak perlu terlalu dipikirkan perawatan sampai bahkan saat penggantiannya pun asal-asalan tanpa pengukuran yang presisi.

Dan cara pemasangan yang tidak tepat membuat busi cepat rusak, apalagi pemasangan dan pengencangan dilakukan secara asal-asalan.

Resiko Pemasangan Busi Terlalu Longgar


Kalau terlalu longgar, bikin kompresi bocor, jelas karena adanya jelas antara busi dan kepala silinder bosskuu.

Busi yang longgar juga rawan overheat, pastinya karena perpindahan panas jadi tidak maksimal.

Ada lagi bossku.

Dampak lainnya, kalau busi dipasang longgar bisa berdampak rusak atau terlepas dari kepala silinder efek getaran mesin ketika dihidupkan (jarang terjadi sih boss).


Resiko Pemasangan Busi Terlalu Kencang

Ada juga boss resikonya.

Metal shell akan mengalami tekanan diluar batas aman akibat torsi yang berlebih, yang bikin busi patah pada bagian ulir-ulirnya.

Nah kalau sampe apes dan kejadian begitu, patahan busi bakalan tertinggal di kepala silinder.

Jelas ente tau apa yg akan terjadi boss ?
Ribet sangat bukan boss ?😅


Lalu Gimana ? Serba salah dong kalau ganti busi sendiri boss ?

Buat meminimalisir kejadian diatas, pengencangan busi perlu diatur sesuai pengaturan torsi yang tepat.

Busi itu mempunyai ukuran yang berbeda-beda, ini yang menyebabkan perbedaan pengaturan torsi.

Cara paling mudah dan pasti pas adalah pakai kunci torsi boss, yang sudah diatur nilai / angka ukurnya sebelum dipakai mengencangkan busi.

Tapi ? Modal lagi dong beli kunci torsi yang harganya bisa berpuluh-puluh kali dari busi ?😂

Sebagai perkiraan pengencangan busi agar tetap pada batas aman.

Cukup putar sekitar 180 derajat sampai 240 derajat, itu sudah cukup untuk menghindari busi lepas dan tidak terlalu kencang.

Petunjuk pengencangan semua tipe busi dapat dilihat pada bagian belakang bungkus busi yang disesuaikan dengan tipenya masing-masing. 

Ini bertujuan untuk lebih memastikan bahwa setiap tipe busi dibedakan berdasarkan bentuk diameternya.


Akhir kata... 


Itulah kenapa sebabnya banyak ditemui beberapa orang yang ngeluh busi-nya cepat rusak, mungkin mereka nggak sadar terakhir servis di bengkel yang pasang busi-nya asal tanpa mengikuti pengukuran yang proposional.

Bukan masalah kualitas busi-nya atau di kasih busi bekas sama bengkelnya.

Saran ane sih, servislah motor berkala di bengkel resmi aja boss, kalau di bengkel non-resmi bisa cari yang recomended lah 😁

Petunjuk ini sangat cocok buat ente yang belum tau sama sekali cara pasang busi yang baik, benar dan aman. Bukan buat para suhu-suhu dan master modifikator ya 😅

Salam modifikasi salam satu aspal lurrr.....

Refrensi